Saat masa UAS tiba, tugas dan project dari setiap mata kuliah terasa semakin berat dibanding sebelumnya. Tiap mata kuliah memiliki tantangan masing-masing, baik dari segi bobot maupun bentuk penugasan. Salah satu yang cukup unik adalah tugas akhir dari mata kuliah Olahraga dan Kebugaran Jasmani, yaitu membuat video latihan yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik oleh mahasiswa maupun karyawan. Tugas ini memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk mengekspresikan kreativitas mereka, dan saya memilih tema “Berolahraga Bersama Alam”. Menurut saya, alam memiliki suasana yang bisa dinikmati kapan saja, tidak hanya untuk piknik atau melepas penat, tetapi juga sebagai tempat yang ideal untuk olahraga.
Saya memilih Gunung Gajah Telomoyo di Semarang sebagai lokasi pengambilan video. Bersama beberapa teman, kami menjadikan gunung ini sebagai destinasi utama sekaligus tempat camping agar bisa menikmati suasana pagi yang cocok untuk berolahraga. Perjalanan dari Yogyakarta menuju Gunung Gajah cukup jauh, sehingga kami memutuskan untuk singgah terlebih dahulu di rumah saya di Magelang untuk bermalam. Kami berangkat dari Jogja sekitar pukul lima sore, sehingga tidak memungkinkan untuk langsung menuju Gunung Gajah karena cuaca yang mulai gelap dan jarak yang cukup jauh. Esok paginya, kami bersiap melanjutkan perjalanan menuju Telomoyo. Perjalanan terasa cukup lama karena kami membawa banyak barang, sehingga tidak memungkinkan berkendara dengan kecepatan tinggi.
Sesampainya di daerah Telomoyo, kami mencari tempat makan untuk mengisi energi sekaligus men-charge ponsel. Saat itu, saya juga harus mengikuti Zoom mengenai peminatan jurusan Manajemen, jadi kami memanfaatkan waktu tersebut untuk beristirahat sejenak. Setelah Zoom selesai, kami melanjutkan perjalanan menuju Gunung Gajah. Kami tiba di sore hari, membeli tiket masuk, lalu melalui jalan yang cukup ekstrem menuju area camping. Ketika sampai, hal pertama yang kami lakukan adalah menikmati suasana sekitar. Pemandangan dari atas gunung sangat menakjubkan, cukup untuk membuat kami diam sejenak dan meresapi momen tersebut.
Karena hari mulai gelap, kami segera mencari lokasi untuk mendirikan tenda. Proses pendirian tenda cukup penuh drama karena ini merupakan pengalaman pertama kami. Setelah beberapa kali mencoba, tenda akhirnya berhasil berdiri. Kami mulai menata barang-barang di dalam tenda dan bersiap membuat makan malam. Malam itu, kami meng-grill makanan sederhana seperti dumpling, sosis, bakso, dan jamur enoki. Meskipun sederhana, suasananya terasa sangat hangat. Namun, kabut tebal perlahan turun dan menyelimuti area pegunungan. Rasa takut mulai muncul karena hanya tenda kami yang ada di sana, tidak ada orang lain. Karena merasa kurang aman, kami memutuskan untuk menghubungi penjaga yang ada di bawah. Dua orang penjaga datang dan menemani kami, membuat suasana kembali cair. Kami menyalakan api unggun dan menikmati pemandangan malam dari atas gunung.


.jpeg)

.jpeg)

.jpeg)
.jpeg)