Selasa, 11 November 2025

Intip Keseruan Volunteer Ticketing di Prambanan Jazz 2025

    Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan menjadi salah satu volunteer di Prambanan Jazz 2025, sebuah pengalaman yang sangat berkesan dan penuh makna bagi saya. Tahun ini, Prambanan Jazz atau yang akrab disebut PraJazz diselenggarakan selama tiga hari berturut-turut, tepatnya pada tanggal 4, 5, dan 6 Juli 2025, di Pelataran Candi Prambanan, Yogyakarta. Dengan mengusung tema Sebelas Selaras, PraJazz kembali menghadirkan perpaduan harmonis antara musik jazz dan keindahan budaya Nusantara. Tidak hanya sekadar konser musik, acara ini juga menjadi wadah untuk merayakan kekayaan budaya Indonesia, terlihat dari dekorasi bernuansa cheerful dan kampanye “Berkain” yang mengajak pengunjung untuk mengenakan kain atau batik sebagai bentuk kebanggaan terhadap budaya nasional.

    Saya tergabung dalam divisi ticketing, bersama sekitar 40 orang volunteer lainnya beserta kepala divisi yang memimpin kami. Meskipun berada di balik layar, divisi ini memiliki peran penting dalam kelancaran acara. Kami bertugas memastikan setiap pengunjung mendapatkan tiket yang sesuai, mengatur alur masuk, serta memberikan pelayanan terbaik kepada mereka yang membutuhkan bantuan atau informasi mengenai acara. Selain itu, kami juga belajar mengatur waktu agar tetap seimbang antara pekerjaan dan kebutuhan pribadi, seperti beristirahat atau beribadah di tengah padatnya jadwal konser. Dari pengalaman ini, saya banyak belajar tentang komunikasi, kerja sama tim, dan manajemen waktu dalam situasi yang dinamis.

    PraJazz 2025 juga memberikan perhatian besar terhadap kenyamanan pengunjung dengan menghadirkan berbagai fasilitas yang lengkap. Di area konser tersedia toilet umum yang bersih, mushola untuk beribadah, serta Pasaraya, yaitu area yang dipenuhi berbagai tenant makanan dan minuman yang menarik. Selain itu, terdapat berbagai booth lain yang menunjang kebutuhan pengunjung, mulai dari stand merchandise hingga area informasi. Semua elemen ini dirancang agar setiap orang yang datang bisa menikmati konser dengan nyaman, tanpa harus mengkhawatirkan hal-hal kecil di luar hiburan utama.

    Konser yang berlangsung selama tiga hari ini menampilkan jajaran musisi luar biasa dari dalam dan luar negeri. Hari pertama, tanggal 4 Juli 2025, menjadi pembuka yang megah dengan penampilan Juicy Lucy, Sal Priadi, Tulus, Yuni Shara, Bernadya, hingga musisi internasional EAJ. Suasana malam itu terasa magis, apalagi dengan latar megah Candi Prambanan yang diterangi cahaya panggung. Hari kedua, 5 Juli 2025, menghadirkan energi yang lebih beragam, dengan deretan musisi seperti Om Lorenza, Yovie & Nuno, Rony Parulian, Dere, Teddy Adhitya, Raisa x Bernadya, Nadin Amizah, Kunto Aji, EAJ, hingga Pamungkas yang menutup malam dengan penampilan yang memukau. Puncaknya terjadi pada hari ketiga, 6 Juli 2025, ketika panggung PraJazz diisi oleh musisi legendaris dan generasi baru yang tampil bergantian, seperti WiYos 80, Yura Yunita, JKT48, Ardhito Pramono, Shaggy Dog Brass Band, Kenny G, Ari Lasso, GIGI, Vina Panduwinata, Maliq & D’Essentials, hingga Dewa 19 ft. Marcello Tahitoe. Melihat semua penampilan itu dari balik area ticketing membuat saya merasa bangga. Meskipun tidak berdiri di depan panggung, saya turut menjadi bagian kecil dari keberhasilan besar sebuah acara musik bergengsi.

    Menjadi volunteer di Prambanan Jazz 2025 bukan hanya sekadar pengalaman kerja sukarela. Bagi saya, ini adalah proses pembelajaran yang nyata tentang tanggung jawab, kedisiplinan, dan pelayanan publik. Ada banyak hal sederhana yang ternyata membawa kebahagiaan besar seperti saat membantu pengunjung yang kebingungan menemukan pintu masuk, atau ketika mendengar ucapan terima kasih tulus dari mereka yang kami layani. Di momen-momen itu saya menyadari bahwa kontribusi sekecil apa pun tetap berarti bagi kelancaran sebuah acara besar.

    Tiga hari di bawah langit Prambanan menjadi kenangan yang sulit dilupakan. Saya belajar bagaimana bekerja sama dengan tim yang baru saya kenal, beradaptasi di lingkungan yang dinamis, dan tetap menjaga semangat di tengah kelelahan. Setiap teriakan penonton, setiap nada musik yang menggema, hingga setiap tawa bersama sesama volunteer menjadi bagian dari cerita berharga yang saya simpan. Pengalaman ini membuat saya semakin menghargai kerja keras orang-orang di balik layar yang mungkin tidak terlihat, tetapi memiliki peran besar dalam menciptakan momen berharga bagi ribuan orang.

    Jika ada satu hal yang saya pelajari dari pengalaman ini, maka itu adalah bahwa setiap acara besar tidak akan pernah berjalan sempurna tanpa kerja sama dan dedikasi dari semua pihak yang terlibat. Saya bangga pernah menjadi bagian dari mereka berdiri di antara hiruk pikuk tiket, senyum pengunjung, dan dentuman musik yang menggetarkan malam di pelataran Candi Prambanan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Manifestasi Kesuksesan Lewat Visi dan Keyakinan Tanpa Batas

     Merry Riana adalah salah satu motivator populer di Indonesia, kisah hidupnya sering dianggap sebagai contoh nyata bagaimana kekuatan pi...